Sabtu, 14 Juli 2018

Belajar Heran dari Negeri Jiran



Dia (mahasiswa orang Australia) mengatakan lebih senang dinilai dari karya tulis yang dibuat karena menunjukkan kerja keras dan proses pencarian pengetahuan, serta kreativitas yang menunjukkan identitas penulisnya. Ini tentu berbeda jika dibandingkan dengan ujian yang selalu dilupakan apa yang ditanyakan setelah ujian usai. (Page 12 – 13)

Tentu saja, lewat “jerohan” APBD ini banyak temuan menarik yang saya dapatkan. Terlihat dengan jelas politik pendidikan yang diterapkan. Misalnya, didapati bahwa anggaran pembangunan dan renovasi fisik sekolah nominalnya sangat fantastis dibandingkan dengan pelatihan untuk guru, apalagi untuk sosialisasi dan pelatihan bagi komite sekolah. (Page 49 – 50)

Jika topik riset dan hal yang akan diteliti memang pilihan mahasiswa sendiri, tentu ini cepat menyadarkan mereka akan tanggung jawab studi dan untuk terus bangkit. (Page 71)

Tampak jelas bahwa tingkat kesejahteraan guru di Malaysia memang lebih bagus. (Page 78)

Salah satu daya tarik khas Malaysia adalah persepsi sebagai negara islam yang modern dan mengalami kemajuan pesat. (Page 126)

Sarannya (Stanford Research Institute International) adalah mengarahkan fokus riset pada sesuatu yang penting seperti kepentingan nasional, kebutuhan pasar, keberlanjutan, dan peluang pasar. (Page 156)

Faktor manusialah berdasarkan pengalaman SRI (Stanford Research Institute International) yang paling menentukan apakah suatu produk atau jasa bisa sangat sukses di pasar. (Page 159)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar