Rabu, 14 Desember 2022

100 Tokoh yang Mengubah Indonesia


"Melukis bisa bebas, tapi hidup perlu diatur." Affandi (Page 19)

"Kami berbicara soal bisnis sepanjang waktu bersama keluarga." Achmad Bakrie (Page 29)

Sebuah sajak adalah dunia yang menjadi. (Page 55)

"Aku tak dapat meninggalkan apa-apa kepada anak-anakku. Aku hanya meninggalkan nilai-nilai yang idiil (ideal)." Djokosoetono (Page 67)

"Kita diberi makan bukan hanya karena kita dibutuhkan susunya." H.O.S. Tjokroaminoto (Page 75)

"Tjokroaminoto adalah salah satu guru saya yang amat saya hormati. Kepribadian dan islamismenya sangat menarik hati saya." Soekarno (Page 78)

"Miliki dulu harga diri, tanpa itu kita akan menjadi robot." Jakob Oetama (Page 95)

"Bisnis itu tidak boleh atas dasar uang, tapi harus atas dasar barang." Liem Sioe Liong (Page 122)

"Demokrasi bisa tertindas sementara karena kesalahannya sendiri. Tetapi setelah ia mengalami cobaan yang pahit, ia akan muncul kembali dengan keinsyafan." Muhammad Hatta (Page 134)

"Sebagai segelintir orang yang terdidik, kamu harus memerdekakan bangsamu!" Dr. Van Bessem kepada Mohammad Natsir (Page 138)

"Ada kesan, pemerintah beranggapan masyarakat itu bisa dimanipulasi." Munir (Page 145)

"Agama yang tidak bisa bertahan terhadap ilmu dan teknologi, bukan agama lagi." Nurcholish Madjid (Page 152)

"Tidak mungkin sebuah negara berdiri zonder (tanpa) tentara," Oerip Soemohardjo (Page 159)

"Orang yang moralnya kuat karena apa? Karena pengalaman. Ia belajar dari pengalaman." Pramoedya Ananta Toer (Page 163)

"Menulis itu merupakan kewajiban." Sartono Kartodirdjo (Page 173)

Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: "dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasakan kedukaan." Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda mati. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai ini. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita. (Catatan harian Soe Hoek Gie, 16 Desember 1961). (Page 190)

"Belajar menahan penderitaan berguna bagi hidup di kemudian hari. Suatu kelak, boleh jadi kita akan mengalami yang lebih hebat dari ini." Jendral Soedirman (Page 193)

"... Bahwa makna kehidupanku terlihat sepenuh-penuhnya dengan revolusi Indonesia dan renaisans bangsa Indonesia dalam segala lapangan kehidupan manusia. Dan sesuai dengan keyakinan ini saya rasa bahwa sudah tiba waktunya bagi saya untuk turut serta sepenuhnya dan secara kreatif di dalam penciptaan susunan dan isi kehidupan baru ini ..." Soedjatmoko (Page 196)

"Tidak nasionalis kalau hanya melukis perempuan cantik dan pemandangan alam." Soedjojono (Page 199)

"Saya mengusulkan kita perkecil saja jumlah kendaraan (partai). Caranya kita parkir saja kendaraan sendiri. Lantas, kita naik ke dalam kendaraan yang jumlah dua atau tiga buah saja." Soeharto (Page 201)

"Walaupun saya telah mengenyam pendidikan dari barat yang sebenarnya, namun pertama-tama saya adalah dan tetap orang jawa." Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Page 218)

"Kehilangan Hindia, lahirnya malapetaka" Van Deventer (Page 256)

"Keberhasilan Astra berkat kerja keras seluruh karyawan dan rahmat Tuhan, bukan karena keberhasilan saya pribadi." William Soerjadjaja (Page 277)

"Saya bukan saja membela terdakwa, tapi terutama kebenaran dan keadilan." Yap Thiam Hien (Page 282)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar