Selasa, 23 Januari 2024

RAHASIA DOA MUSTAJAB


Obat kebodohan adalah bertanya (Page 12)

Doa termasuk obat terampuh. (Page 21)

"Doa merupakan senjata mukmin, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi." Rasulullah saw (Page 21)

Di antara obat paling ampuh adalah sikap tidak putus asa dalam berdoa. (Page 22)

"Barang siapa tidak meminta kepada Allah, Allah murka kepadanya." Rasulullah saw (Page 23)

"Janganlah pernah patah semangat dalam berdoa, sebab tidak ada yang binasa karena berdoa." Nabi saw (Page 23)

"Allah mencintai orang-orang yang tidak pernah berputus asa dalam berdoa." Rasulullah saw (Page 23)

Sering kali engkau mendapati doa yang terkabul ketika doa disertai rasa butuh dan ketaatan hamba kepada Allah Swt, didahului amal kebaikan sehingga Allah Swt mengabulkan doa sebagai balasan atasnya, atau dipanjatkan di waktu-waktu mustajab, (Page 36)

Pendoa yang terkabul tak ubahnya seperti orang yang meminum obat mujarab di saat yang tepat dengan cara yang benar. (Page 36)

Doa dan permohonan perlindungan ibarat senjata, sementara keampuhan senjata tergantung pada siapa yang memegangnya, bukan pada ketajamannya semata. (Page 37)

Tidak ada sebab yang lebih bermanfaat daripada doa, dan tidak ada faktor yang lebih mampu menghadirkan sesuatu yang diminta daripada doa. (Page 40)

Umar ibn al-Khaththab ra mendapat kemenangan atas musuhnya dengan doa, padahal kekuatan musuh lebih besar daripada pasukannya. Ia berkata kepada para sahabatnya, "Kalian tidaklah mendapat kemenangan karena jumlah yang banyak, tetapi kalian mendapatkan kemenangan dari langit." (Page 42)

"Aku tidak merisaukan terkabulnya doa, tetapi yang kurisaukan adalah tekad untuk berdoa, karena bila kalian diberi ilham untuk berdoa, pengabulan tentu menyertainya." Umar ibn al-Khaththab (Page 42)

Rida Allah terletak pada sikap meminta dan ketaatan hamba kepada-Nya. (Page 43)

Orang yang betul-betul paham adalah orang yang menolak takdir dengan takdir serta melawan qadar dengan qadar. (Page 50)

Ia menangkal takdir hukuman akhirat dengan takdir tobat, iman, dan amal saleh. (Page 50)

Hanya Allahlah tempat meminta pertolongan. (Page 51)

Takdir digariskan berdasarkan sebab-sebabnya, yang antara lain adalah doa. Takdir tidak dijadikan secara terlepas dari sebab, namun Allah Swt menetapkan sebabnya. Ketika hamba mendatangkan sebabnya, apa yang ditakdirkan pun terwujud, dan jika hamba tidak mendatangkan sebabnya, apa yang ditakdirkan tidak terwujud. (Page 75)

Berbaik sangka kepada Allah merupakan amal baik. Yang mendorong seorang hamba melakukan amal baik adalah prasangka baiknya kepada Allah bahwa Dia membalas seluruh amalnya, memberikan pahala atasnya, serta menerimanya. Jadi, amal baik pasti dilandasi prasangka baik. (Page 107)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar