Saya ikutan belajar dengan ngajar. Termasuk ketika ngajar semua orang bisa jadi pengusaha, saya ikutan belajar supaya bisa jadi pengusaha. (Page 2)
Api kepengen jadi pengusaha itu, jangan pernah dipadamkan. (Page 7)
Allah-lah yang bisa mewujudkan keinginan dan impian seseorang untuk bisa jadi pengusaha. Bukan dirinya sendiri dan alam. (Page 8)
Mudah-mudahan sampainya kita kepada apa yang kita inginkan, impikan, tidak membawa kita kemudian lalai sama Allah. Semakin bersyukur dan tidak besar kepala. (Page 9)
Saya pun menyebut modal yang dimiliki oleh semua orang adalah doa. (Page 9)
Dengan doa, terbuka pintu semua orang untuk menjadi pengusaha. (Page 9)
5x sehari shalat fardhu, maka setelahnya 5x pula dalam sehari melakukan afirmasi yang paling positif: Doa. (Page 10)
Hingga pada umur 19 tahun ia (Muhammad al Faatih) diangkat begitu belia menjadi Sultan, dan umur 23 menaklukkan Konstatinopel. (Page 13)
Dengan kesungguhan kita semua, maka kalimat 'Kun Fayakuun' akan berlaku juga untuk kita. (Page 16)
Dan supaya saudara meniti jalan mudah yang dibentangkan Allah, yang pilihannya juga begitu banyak dan variatif. Yakni lewat jalan ibadah dan doa. Disebut banyak dan variatif, sebab ibadah itu betul-betul banyak. (Page 16)
Jika punya keinginan, jika punya impian, lalu mendorong saudara beramal saleh yang hebat, semakin lagi berwarna suasana hati, dan apalagi terpelihara semangat di hati, sebab punya impian, maka itu menjadikan saudara lebih hidup. (Page 19)
Teruslah berdoa. Hingga kemudian rektor UI 30-40 tahun ke depan adalah anaknya! (Page 20)
Bawa keinginan itu ke Allah, bawa impian itu ke Allah. (Page 23)
Saya mau ngafal Al-Quran ah. Biar impian saya diurus Allah... (Page 24)
Ada yang menjadi pengusaha dengan shalat malam sejak SMP-nya. Lalu kemudian tumbuh menjadi pengusaha worldclass yang rapat kemaren bisa di London, lalu besok lusanya bisa Hongkong. Sementara ketika perjalanan luar negeri, bukan hanya tidak menoleh ke tempat maksiat, tapi sajadah tahajjud pun tetap tidak ditinggal. Subhaanallaah. (Page 27)
Sedekah adalah pengorbanan. (Page 29)
Jangan memusuhi keinginan, jangan memusuhi impian. Bersahabatlah dengan keinginan dan impian, bawalah ke Allah dan teruslah bergerak, (Page 31)
Jangan memusuhi dunia usaha, jangan memusuhi kekuasaan. Masuklah. Ikutilah menjadi pemainnya. Warnai dengan Al-Quran dan akhlak yang mulia. Berdakwalah di dunia usaha dan dunia kekuasaan, dengan memberikan contoh riil yang menakjubkan dan nyata. Dan jadilah manusia yang sebanyak-banyak manfaat buat yang lain. (Page 32)
Saya menyeru kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. (Page 37)
Kalau kita ingin jadi pengusaha supaya bisa kaya, maka jadi pekerja juga bisa kaya. (Page 43)
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Inilah VISI kita kalau mau jadi pengusaha. (Page 43)
Pengusaha yang menghidupi malam-malamnya dengan tahajjud, pengusaha yang memulai paginya dengan dhuha. (Page 44)
Pertama, visi misi kita adalah Allah, kedua adalah Rasulullah, ketiga adalah ibu dan ayah (orang tua), keempat adalah keluarga (istri, anak-anak), kelima adalah alam semesta, ini nanti bisa berarti manusia yang lain dan lingkungan. (Page 46)
Semua di antara saudara pengen masuk surga dan tidak mau masuk neraka, ini juga bisa dijadikan visi misi. (Page 46)
Saudara tidak usah jadi pengusaha juga bisa kaya, asal saudara dekat dengan yang Maha Kaya yakni Allah Azza Wa Jala. (Page 46)
Menjadi seorang pengusaha itu kadang-kadang lebih baik daripada seorang ustadz. Kapan seorang pengusaha bisa lebih baik dari seorang ustadz? Mankala dia bisa berdakwah dalam kapasitasnya sebagai pengusaha. (Page 47)
Para karyawan yang dirahmati Allah, saudara harus bersedekah, keluarkanlah 2,5% minimal, kalau perlu 10%, (Page 47)
Bismillah, dengan apa yang Allah berikan, kekuasaan yang Allah teteskan kepada saudara sebagai seorang gubernur, sebagai seorang menteri, walikota, camat, maka pakai itu untuk kehidupan yang di mana hukum Allah berlaku di dalamnya. Begitu pula seorang pengusaha. (Page 48)
Kita menjadi seorang pengusaha yang menganggarkan setiap bulan untuk menanam 1 atau 2 pohon mangga. (Page 51)
Come to Him (Allah), talk to Him. Datang pada Allah kemudian berdoa pada Allah. Ini kuncinya, Modal Doa. (Page 56)
Jelas doa memang bukan satu-satunya tapi sebagai pondasi, sebagai sebuah permulaan, doa ini adalah segalanya buat kita semua. (Page 57)
Kalau saudara saat ini pengen jadi pengusaha jadikan doa sebagai modal. Allah sudah menggaransi kita semua. Kalau kalian mau berdoa, Aku akan kabulkan. (Page 58)
Ini saya akan berikan the magic word, magic doa, supaya saudara jadi pengusaha. Ini doanya "Ya Allah, jadiin saya pengusaha." Udah, itu saja. Tapi saudara baca doa sederhana itu di tujuh waktu, sehabis shalat subuh, shalat zhuhur, shalat ashar, maghrib, isya, serta ditambah dhuha dan tahajud. (Page 58)
Menjadi karyawan itu tidak berarti harus keluar dari pekerjaan untuk kemudian menjadi pengusaha. Tidak, sama sekali tidak. Saudara bisa mengayuh di 2 sisi sekaligus, dengan kearifan, dengan bantuan Allah, tanpa harus kehilangan pekerjaan. Disebutnya usaha sambilan tapi bisa jadi nanti usaha sambilan lebih besar dari pekerjaan. (Page 59)
Bilamana saudara terus-menerus berdoa pada Allah menjadi seorang pengusaha dengan "Ya Allah jadikan saya pengusaha", ini adalah proses yang menanamkan pada alam bawah sadar saudara, pikiran saudara, hati saudara, bahwa saudar ingin bergerak menjadi seorang pengusaha. Bukan cuma usaha yang sukses dunia saja tapi juga akhirat. (Page 60)
Cukuplah Allah buat kita. Saudara yang tidak punya apa-apa, tapi punya Allah, bisa mengalahkan orang-orang yang mempunyai harta, pengalaman dan lain-lainnya. (Page 61)
Percaya, yakin bahwa Allah akan memenuhi permohonan kita. Percaya 100% bahwa Dialah sumber solusi. (Page 63)
Jalankan ini (shalat, dzikir, doa) secara istiqomah. (Page 65)
Sebaik-baiknya diskusi ya sama Allah. (Page 65)
Berdoa menjadi modal yang paling ringan, mudah, dan murah bagi siapapun yang ingin menjadi pengusaha. (Page 66)
Ternyata perjalanan untuk menjadi seorang pengusaha adalah perjalanan menuju keshalihan. (Page 67)
Sebetulnya, doa bisa dipakai untuk keperluan apa saja. Pokoknya saudara akan kaget sendiri kalau saudara rajin berdoa. (Page 68)
Tapi ingat, makin punya waktu untuk Allah akan semakin hebat. (Page 71)
Kita andalkan DOA, itulah sebaik-baiknya senjata untuk pengusaha. (Page 74)
Karena the best doa itu ya 'alhamdulillaah' ini. (Page 78)
Sebagus-bagusnya usaha itu jika kemudian saudara bisa melibatkan sebanyak-banyaknya orang. (Page 82)
Jadi pengusaha itu mesti punya amal sholehnya, kalau nggak punya amal sholeh, perjalanan saudara akan berat. (Page 85)
Termasuk membela kehormatan keluarga, membela kehormatan ekonomi, ini adalah jihad. (Page 96)
Ikhtiar langit, ikhtiar bumi, gak bisa kemudian disebelah-sebelahin. (Page 110)
Kenapa sih mereka yang udah umur 30-an tahun dan belum mendapatkan jodoh lalu jadi nggak yakin bisa dapat jodoh? Harusnya mereka tetap yakin bahwa Allah telah menyiapkan jodohnya di waktu terbaik. (Page 112)
Dosa-dosa kita sebelumnya itu bikin susah kita tuh. (Page 115)
Shalat dhuha di atas tanah itu jam 8 sampai jam 9 pagi, SubhanAllah. (Page 123)
Bikin risetnya, riset itu bisa riset kecil-kecilan sambil ngobrol sama tetangga kanan kiri. "Hey, nasi uduk kita gimana, demen kagak?" (Page 125)
Saudara jadi pengusaha harus bener, harus jujur, trusted people, harus menjadi orang yang terpercaya. (Page 128)
Niat yang baik juga harus diikuti dengan cara yang baik. (Page 130)
Kalau memang modal saudara belum besar, kalem aja. Tetap shalat malam, shalat dhuha, mohon pada Allah. (Page 131)
Kalau saudara taat, maka saudara akan dicintai sama Allah. (Page 135)
Taat itu adalah penuhi yang wajib, hidupkan yang sunnah. (Page 135)
Usahakan shalat tepat waktu, di awal waktu. Kalau perlu, saudara yang menjadi owner, yang menjadi direktur, yang menjadi pemimpin, adalah orang yang adzan pada saat waktu shalat. (Page 136)
Memangnya untuk apa kita hidup? Kita ini hidup hanya untuk beribadah. (Page 136)
Dalam ekonomi Islam, kita disuruh untuk berusaha sebaik-baiknya, sekeren-kerennya, sehebat-hebatnya. Dan disuruh juga untuk mengumpulkan dunia sebanyak-banyaknya. Tapi semua ini untuk mendapatkan tujuan utama, yakni akhirat. (Page 149)
Saudara banyak mempelajari prinsip-prinsip bisnis, misalnya saudara mempelajari 'Toyota Way', lalu saudara mempelajari 'The Ocean Blue Strategy', dari guru-guru marketing, pelajari itu semua. Tapi jangan sampai induk pedoman kita yaitu Al-Qur'anul Karim, malah kemudian kita lupakan. (Page 157)
Allah adalah pusat tujuan, pusat kendali, pusat sandaran. (Page 159)
Allah akan senang bukan main, semakin kita mengakui kelemahan kita, dan meminta kekuatan pada Allah, Allah akan semakin senang, semakin Allah berikan petunjuk pada kita untuk mengatasi kelemahan itu. (Page 160)
Bahwa semua petunjuk itu datangnya dari Allah. (Page 161)
Sebanyak apapun kekurangan saudara, datanglah pada Allah, minta petunjuk dari Yang Memiliki Petunjuk. (Page 162)
Penghalang rezeki pada dasarnya berkumpul pada dosa-dosa. (Page 164)
Jadi pengusaha harus siap hidup bersih. (Page 164)
Semua nggak akan terjadi kalau Allah nggak izinin. (Page 169)
Hidup kita sebenarnya akan enteng asal kita mendapatkan ampunan dari Allah Swt. (Page 169)
Kalau hidup saudara sedang susah, sedang banyak persoalan, segeralah minta ampun pada Allah. (Page 169)
Kalau hidup sudah diampuni, hidup akan menjadi terang benderang lagi. Hutang akan segera lunas, istri akan kembali ke pangkuan kita, anak yang tadinya terus melawan kita, jadi penurut. (Page 170)
Kalau baru jadi pekerja saja ibadah wajibnya sudah berantakan, kubur dalam-dalam keinginan jadi pengusaha! (Page 173)
Padahal kalau saudara selalu melaksanakan shalat shubuh, insya Allah hidup saudara nggak bakal susah. Itu rahasianya. (Page 176)
Jalanin yang wajib, hidupkan yang sunah. (Page 177)
Kalau kita kerjanya suka nyusahin orang, nyulitin orang, nanti kesulitan dan kesusahan itu akan kembali ke diri sendiri, (Page 178)
Kita berdoa sama Allah supaya diberi keberanian, (Page 178)
Jadi, pantangan tuh buat seorang pengusaha meninggalkan sholat, apalagi berzina. (Page 183)
Kalaupun punya penyakit, pastikan penyakit itu datangnya karena ujian dari Allah bukan karena azabnya. (Page 184)
Apalagi sudah jadi pengusaha bararti kan sudah tidak diatur lagi sama orang, seharusnya ibadahnya makin cakep. (Page 184)
Bilamana kebaikan saudara lebih banyak dari keburukan saudara, maka saudara akan beruntung. (Page 185)
Jangan lawan Allah! (Page 189)
Coba sekali-kali yang adzan presiden direktur, yang jadi imam direktur utamanya, hebat! (Page 189)
Hari jumat juga merupakan hari yang baik untuk bersedekah. (Page 192)
Jangan lupa juga membaca surah Al-Khafi sampai khotib menjelang naik mimbar. (Page 192)
Membaca surah Al-Kahfi adalah salah satu amalan di hari jumat yang bisa menarik rezeki. (Page 193)
Begitu maghrib hari kamis, saya start mengkhatamkan surah Al-Kahfi sampai sebelum khotib jumat naik mimbar. (Page 193)
Bagaimana ketika doanya belum dikabulkan? Ya, kita bersabar (Page 195)
Sebelumnya kita sudah belajar tentang penghalang rezeki, yang berkumpul pada dosa, kebodohan, dan kemalasan. (Page 195)
Apa saja yang bisa jadi penarik rezeki, ustadz? Ini jawabannya... DOA, KEYAKINAN, DAN AMAL SHOLEH. (Page 195)
Apa amal sholeh yang saya lakukan? Mengaji, ngajar, ceramah, itulah kumpulan amal sholeh saya. (Page 196)
Apa lagi amal sholeh lainnya? Shalawat. Amal sholeh pada dasarnya adalah pilihan. Asalkan saudara sudah menjalankan semua yang wajib, maka yang sunnah bisa saudara pilih yang mana saja. (Page 197)
Ada Allah Swt yang punya segala rezeki yang kita butuhkan. (Page 200)
Makanya jangan tempuh jalur kredit. Jadikan jalur kredit itu jalur terakhir. Pilih jalur sedekah! (Page 204)
Kalau umur saudara masih 20-an, ada yang 30-an, 40-an, belum 70-an, tapi datang kepada Allah dengan gagahnya. (Page 209)
Kita ini ibarat sedang menunggu kejutan dari Allah yang kemudian bisa membuat kita terangkat kembali, (Page 213)
Kalau saudara masih punya ibu jangan disia-siakan ini JIMAT. (Page 216)
Biasakan anak seperti itu, minta doa dari orang tua. (Page 218)
Kita minta ibu kita duduk di bagian depan (mobil), istri kita di belakang untuk menghormati ibu. (Page 219)
Sering-seringlah minta doa dari ibu! Insya Allah... (Page 222)
Kalau jadi pengusaha itu, jangan kemudian berhenti, teruslah belajar, menuntut ilmu. (Page 224)
Menuntut ilmu adalah ibadah. (Page 225)
Setiap orang yang menuntut ilmu, doanya itu dikabulkan oleh Allah. (Page 225)
Saya mengatakan pada istri saya bahwa 2 jam perjalanan dari Ketapang ke Kuningan untuk menuntut ilmu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. (Page 225)
Kalau bisa, jumlah doktor di Indonesia lebih banyak daripada negara manapun di dunia. (Page 228)
Jangan takut untuk menyedekahkan rezeki saudara untuk menyekolahkan karyawan-karyawan saudara, karena mereka akan menjadi aset. Kalau mereka pintar dan berkembang, perusahaan pun akan lebih mudah maju. (Page 229)
Karena saya akan mengajarkan yang telah saya lakukan dan saya akan melakukan apa yang telah saya ajarkan. (Page 230)
Sehat itu seharga perusahaan, pabrik, toko, warung yang saudara bangun. (Page 230)
Berapa puluh rakaat yang kita lakukan setiap harinya, itu bisa menjadi olahraga yang menyehatkan. (Page 231)
Olahragalah agar badan kita jadi sehat! (Page 231)
Ada olahraga otak dengan membaca Al-Quran, (Page 232)
Kita titipkan mereka (anak-anak kita) pada sekolah yang baik, (Page 238)
Anak saya, Wirda, saya anterin belanja buku di Mangga Dua. (Page 239)
Dia (Chinese) bawa buku sambil menunggu dagangan baras, baca bukunya sambil menunggu toko kelontong. (Page 240)
Kita tawarkan anak-anak kita berdagang, kita jadikan diri kita sebagai teman diskusi bagi mereka. (Page 241)
Ajarkan pada anak-anak kita agar tidak lupa beribadah pada Allah sebelum mereka memulai usaha mereka. (Page 242)
Kita harus memanfaatkan waktu. Sambil berangkat kerja, saudara berdzikir, bershalawat dan berdoa. (Page 245)
Kalau kita bisa bungkus aktivitas kita dengan basmalah dan hamdalah, shalat wajib berjamaah lalu menjelang tidur kita tutup dengan witir, maka sepanjang hari itu aktivitas kita bernilai ibadah kepada Allah Swt. (Page 247)
Saudara tidak sanggup beli, tapi Allah sanggup beliin. Insya Allah... (Page 249)
Kita ini umat Islam, umat yang beriman, sehingga tidak boleh waktu kita sia-sia. (Page 250)
Tidur kalau kelamaan tidak lagi menjadi sunah, tapi jadi pemalas. (Page 250)
"Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki." QS. Ali Imraan (Page 252)
X : Memang boleh sedekah dari hutang, ustadz?
Y : Boleh..! (Page 257)
Pindah kuadran yang paling hebat adalah berpindah dari pengusaha level dunia menjadi pengusaha level akhirat. (Page 261)
Jangan salah, sibuk yang tiada henti ini adalah petaka dunia. (Page 269)
Islam membutuhkan pengusaha-pengusaha yang hebat, (Page 272)
Ketika saudara sudah menguasai 1 produk, kenapa saudara tidak melangkah ke produk yang kedua? (Page 276)
Kalo saudara punya Allah nih, sebenernya nggak perlu yang lain. (Page 279)
Pengusaha dengan bermodalkan Allah. (Page 281)
Berdakwah dengan jihad ekonomi, (Page 284)
You will not get success without Allah Swt. (Page 294)
Allah yang punya semuanya, Allah yang punya dunia ini. Kita minta dan kuncinya adalah bershalawat. (Page 299)
Kita adalah umat terbaik. (Page 325)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar