Mungkin anda sudah mengoleksi puluhan buku tentang shalat khusyuk. Jika demikian halnya, maka buku ini akan melengkapi koleksi anda. (Page iv)
Kesimpulan makna khusyuk di dalam shalat yaitu, hendaknya seseorang menundukkan fisiknya (badannya) untuk tenang dalam shalat. Dia tidak banyak bergerak kecuali gerakan shalat. Pandangannya tertuju hanya ke tempat sujud. Jika ia seorang makmum pendengarannya fokus memperhatikan bacaan imam. Sedangkan apabila dia shalat sendiri, pendengarannya fokus pada bacaan surat dan doa-doa yang dia lantunkan keharibaan Allah. (Page 37)
Kamu tidak mendapat pahala dari shalatmu selain apa yang kamu renungkan dari shalatmu. (Page 47)
Terdapat empat kelompok tingkatan shalat khusyuk:
1. Sangat khusyuk, yaitu shalat yang dikerjakan dengan mengingat Allah lebih dari separuh shalatnya.
2. Cukup khusyuk, yaitu shalat yang dikerjakan dengan mengingat Allah kurang dari separuh shalatnya.
3. Kurang khusyuk, yaitu shalat yang dikerjakan dengan mengingat Allah lebih dari seperempat shalatnya.
4. Tidak khusyuk, yaitu shalat yang dikerjakan dengan tidak mengingat Allah sama sekali. Shalat hanya dikerjakan secara lisan dan gerakan tanpa kehadiran hati. (Page 53)
Tidak perlu kita terburu-buru. Bersikaplah tenang saat kita ke masjid, meski kita terlambat. (Page 113)
Berusahalah agar tempat shalat kita nyaman. (Page 136)
"Tidak layak shalat di dekat makanan, tidak pula seseorang yang sedang menaham dua bentuk hadats." HR MUSLIM (Page 138)
"Jika salah seorang dari kalian merasa mengantuk dalam shalat, hendaklah ia tidur terlebih dahulu, sehingga ia betul-betul mengetahui apa yang diucapkannya." HR MUSLIM (Page 139)
"Apabila seseorang dari kalian menguap dalam shalat, maka hendaklah ia menahannya sebatas kemampuannya sebab setan bisa masuk." HR MUSLIM (Page 140)
Saat ia berhasil memenangkan pertarungan itu (melawan hawa nafsu), dalam hatinya sedang ada rasa cinta kepada Allah, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Itulah nutrisi kehidupan hati. (Page 147)
Dan diantara kesempurnaan menjaga kemaluan ini adalah menjauhi perbuatan yang mengarah kepada zina, misalnya menjaga pandangan, menjaga dari bersentuhan (dengan wanita lain) dan sejenisnya. (Page 152)
Shalat lail (tahajjud) adalah shalat terbaik, setelah shalat fardhu. (Page 154)
Kita tidak ada jaminan bahwa kita akan mengakhiri hidup kita dengan membawa iman dan islam. Yang diperintahkan kepada kita adalah menjaga sikap istikamah untuk terus beramal dalam iman dan islam secara ikhlas. (Page 158)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar