Selasa, 17 September 2019

JANG OETAMA Jejak dan Perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto

"Semurni-murni Tauhid, setinggi-tinggi ilmu, dan sepintar-pintar siasat" Pak Tjokro (Page xi)

"Kita mencintai bangsa kita dan dengan ajaran agama kita (Islam), kita berusaha sepenuhnya untuk mempersatukan seluruh atau sebagaian terbesar bangsa kita." Pak Tjokro (Page 8)

Islam berperan dalam membentuk ikatan kesatuan dan menjiwai perjuangan rakyat Indonesia. (Page 53)

Salah satu cara yang dilakukan oleh Pak Tjokro untuk menyebarkan ide, gagasan dan informasi mengenai Islam, Sosialisme Islam, Zelfbestuur, dan Sarekat Islam adalah melalui surat kabar dan majalah. (Page 119)

Sejak tanggal 15 Juli 1852 di Jawa, prostitusi diperbolehkan sehingga terbuka komersialisasi seks di Jawa. (Page 139)

"Saya belum pernah menerima pekerjaan yang seberat sekarang ini! Tetapi... Lahaulawala Quwwata Illabillah" H.O.S Tjokroaminoto (Page 175)

"maka pada suatu malam Ketua Tjokro waktu membaca tafsir Al-Quran dengan tiba-tiba ketiduran... Kita seisi rumah terkejut mendengar Ketua Tjokro bicara dengan bahasa Arab yang lancar dan fasih sekali, tapi... Dalam tidur. Kita biarkan ia terus bicara seperti mengigau. Kemudian dibanguni oleh istrinya dengan pelan-pelan, sebab istrinya khawatir... Ketua Tjokro bangun dengan berkata, diam saja, saya lagi ketemuan Nabi Muhammad dan saya sedang mempelajari beberapa ayat Quran... Lantas tidur lagi, tak lama antaranya ia meneruskan bicaranya di dalam bahasa Arab yang lancar dan fasih itu sampai selesai. Kemudian bangunlah beliau dengan sendirinya, terus ambil pena buat mencatat mimpinya tadi sambil ia ceritakan kepada kita, bahwa ia bermimpi kedatangan Nabi Muhammad Saw dengan diberi pelajaran membaca beberapa ayat Quran dengan diberi penjelasan yang tegas sekali sampai ia mengerti segala apa yang dimaksud. Saya merasa puas bertemu dengan Rasulullah sendiri-syukur Alhamdulillah." (Page 199-200)

"Tjokroamimoto termasuklah salah seorang GURU saya yang amat saya hormati." Sukarno (Page 209)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar