Di AS saja sekitar 61% penduduknya mengalami gejala-gejala sakit akibat obesitas. Dan tak kurang dari 300 ribu orang setiap tahunnya meninggal akibat penyakit-penyakit yang berkaitan dengan kelebihan makanan. (Page 87)
Menurut para sufi, puasa yang paling rendah tingkatannya adalah yang sekadar menahan lapar dan haus. (Page 104)
Bahwa proses keagamaan kita ini sebenarnya bakal menapaki 3 tingkatan kualitas. Tingkat yang pertama adalah beriman (memperoleh keyakinan). Tingkat kedua bertakwa (memperbanyak amalan). Dan tingkat ketiga adalah berislam (berserah diri kepada Allah). (Page 112)
Apakah tanda-tanda yang bisa dijadikan parameter untuk mengukur keberhasilan puasa kita?
1. Badan lebih sehat
2. Emosi lebih rendah
3. Pikiran lebih jernih
4. Sikap lebih bijaksana
5. Hati lebih lembut dan peka
6. Ibadah lebih bermakna
7. Lebih tenang dan tawadlu' dalam menjalani hidup (Page 129)
Puasa yang baik adalah puasa yang mampu mengendalikan emosi. (Page 131)
Bahwa kualitas takwa adalah kondisi dimana seseorang mampu mengontrol pikiran, ucapan dan tingkah lakunya menjadi penuh manfaat alisan produktifitas tinggi. (Page 138)
Inti takwa adalah mengendalikan perbuatan (pikiran, ucapan, tingkah laku) menuju pada manfaat. Semakin banyak manfaatnya, semakin bertakwalah dia. Semakin rendah manfaatnya, maka semakin rendah pula tingkat ketakwaannya. (Page 138)
Bahwa orang telah mencapai tingkatan bertakwa pasti bakal memberikan manfaat yang besar buat siapa saja. Inilah tingkatan yang bakal mengarah kepada fungsi 'rahmatan lil 'alamiin (bermanfaat/memberi rahmat bagi seluruh alam sekitarnya). (Page 138)
Apakah jaminan Allah kepada orang yang memiliki kualitas demikian (takwa/rahmatan lil 'alamiin)?
1. Dibukakan jalan keluar
2. Diberi rezeki yang tidak terduga
3. Dimudahkan persoalannya
4. Diampuni dosanya & dilipatgandakan pahalanya. (Page 138)
Keimanan bertumpu pada keyakinan. Keyakinan bertumpu pada kefahaman. Dan kefahaman bertumpu pada proses-proses keilmuan alias pembelajaran (iqra'). (Page 153)
Orang yang sering berpuasa akan selalu dalam kondisi terbaiknya. (Page 169)
Orang yang bisa berlaku demikian terus menerus (berpuasa Daud), bakal tidak pernah mengalami stress dalam skala yang serius. Paling banter cuma cemas. Dan cemas itu adalah kondisi yang justru dibutuhkan untuk membangun motivasi agar maju. Karena kecemasan adalah kondisi kejiwaan yang berkaitan dengan harapan untuk maju. (Page 170)
"Makanlah ketika lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang". Rasulullah Saw (Page 172)
Makan bukan untuk hobi atau pun gaya hidup, melainkan untuk mendukung aktifitas kerja dan produktifitas tinggi. (Page 173)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar